"Manusia
yang paling pertama duputuskan kelak di hari kiamat, ialah orang yang
masti syahid, ia diajukan dan ditanya tentang nikmat-nikmat Tuhan dan
sesudah mengakuinya lalu ia ditanya: "Untuk apakah nikmatku padamu
itu?, Jawabnya: "aku berperang pada jalan-Mu hingga mati syahid. Firman
Tuhan: "Dusta kamu, padahal kau lakukan itu hanya untuk popularitas
saja, supaya kau dikenal sebagai pahlawan dan pemberani. Dan hal itu
sudah kau peroleh di dunia, untuk itu seretlah ia ke neraka.
Kedua,
yang diajukan ialah: Orang yang belajar ilmu dan mengajarkannya (baik
para ustadz, para kiyai, para guru dan dosen) serta orang yang
mempelajari qori', saat diajukan, ia ditanya tentang ni'mat-ni'mat
Tuhan kepadanya. Sesudah mengakuinya, lalu ditanya "Kau pergunakan
untuk apa semua ni'matKU itu?"
Jawabnya:
semua itu kupergunakan untuk mengabdi kepadaMu semata. Firman Tuhan:
"Dusta kamu, padahal semua it kau lakukan untuk kepentingan pujian
orang, supaya kau disebut orang pandai, (atau disebut kiyai, atau
disebut ustadz, atau disebut habib), disebut ahli qori', dan hal itu
sudah kau dapatkan di dunia, oleh sebab itu seretlah ke neraka.
Ketiga,
orang yang diajukan adalah orang kaya yang diberi kelapangan rizki, dan
saat diajukan, ditanyakan kepadanya tentang berbagai ni'mat Tuhan, dan
sesudah mengakuinya, lalu ditanya: "Apakah yang kau perbuat dengan
ni'matKU itu?'
Jawabnya::
"Semua itu kuamalkan, kubelanjakan untuk mencapai keridhaanMU. Firman
Tuhan : Dusta kau, padahal semua itu kau lakukan semata untuk
kepentingan sanjungan orang banyak, supaya kau disebut orang dermawan,
yang baik budi dan lain-lain. Untuk itu seretlah mukanya dan jerumuskan
ke neraka".
HR Muslim
Tidak ada komentar:
Posting Komentar