Kamis, 26 Mei 2011

Hanya Orang-Orang Ikhlas Saja Yang Beruntung dan Selamat

Allah SWT akan menolak segala amal hamba-Nya yang tidak ikhlas, dalam artian, hanya orang-orang yang ihkhlas saja yang akan diterima amalnya. Beribadah jika tidak karena Allah maka ibadahnya ditolak, begitu juga memberi atau bershodaqah jika tidak karena Allah maka shodaqahnya itu hanya memberikan kerugian di akhirat kelak sedangkan di dunia dia mendapatkan keuntungan seperti, jika memberi karena ingin di puji maka dia akan mendapatkan pujian tersebut dari manusia terutama yang menerima pemberian tersebut. Namun jika niat utamanya memberi adalah karena Allah maka dia akan mendapatkan dua keuntungan yaitu, keuntungan akhirat dan keuntungan dunia.

Keuntungan Akhirat kelak dia akan mendapatkan tempat mulia di sisi-Nya dan di dunia walaupun dia tidak mengharapkan pujian secara tidak langsung dia akan mendapatkan pujian dari orang-orang atas perintah Allah bukan perintah syetan. Adapun orang yang melaksanakan ibadah atau amal-amal shaleh dengan tujuan utama duniawi maka dia benar-benar akan mendapatkan apa yang dituju tersebut atas perintah / bujuk rayu syetan (na'udzubillah).
Orang yang melaksanakan shalat karena Allah, maka dia akan selalu shalat di manapun dia berada tepat pada waktunya, dia melaksanakan shalat di rumahnya lebih khusuk dari pada shalat di masjid yang ramai jema'ahnya, namun apabila dia shalat di masjid (yang ramai jema'ahnya) lebih khususk baginya dan tetap ikhlas karena Allah SWT maka yang demikian lebih utama.
Apabila dengan shalat di masjid dia tidak bisa khususk dan selalu tidak mampu untuk ikhlas karena Allah SWT, maka dia harus berusaha membuang jauh-jauh perasaan tersebut dan kembalikan kepada keadaan yang murni karena Allah SWt walaupun perasaan ingin dilihat atau dipuji orang lain selalu ada. Sebab yang demikian adalah jelas bujuk rayu syetan.
Orang yang dapat digoda oleh syetan hanyalah orang-orang yang tidak ikhlas saja, sedangkan orang-orang yang ikhlas tidak akan mampu digoda.
Allah SWT berfirman:

"Iblis berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka". (QS. Al-Hijr: 39-40).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar